Produk Kami

Kode: 381, Buku Saku – Tuntunan ‘Itikaf

Rp 13.000

Penghimpun : Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah
Ukuran : 10,5 x 15
Ketebalan : 96 hal

 

I’tikaf adalah ibadah yang sangat agung, yang di syari’atkan berdasarkan dalil dari al-Qur-an, as-Sunnah, dan ijma’. Allah Ta’ala berfirman: “(tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid.” (QS. Al-Baqarah: 187)

 

Dari Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, beliau mengatakan, “Sesungguhnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam senantiasa i’tikaf pada sepuluh hari ter-akhir di bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkannya. Kemudian para istri beliau melanjutkan kebiasaan i’tikaf ini sepeninggal beliau.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 

Dan beberapa ulama telah menyatakan bahwa kaum muslimin telah ber’ijma bahwa I’tikaf merupakan ibadah yang di syari’atkan.

 

Dalam i’tikaf, seorang hamba menyerahkan dirinya seluruhnya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala, dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya. Ia menjauhkan diri dari kesibukkan dunia yang menghalanginya dari kedekatannya kepada Allah. Seluruh waktunya ia gunakan untuk shalat, baik secara hakikatnya (ia melakukan shalat), atau secara hukum ia dianggap melakukan shalat. Di sini, seorang mu’takif (orang yang i’tikaf) menyerupai Malaikat yang tidak durhaka terhadap segala perintah Allah Ta’ala, dan selalu melakukan apa yang Allah perintahkan kepada mereka. Mereka senantiasa bertasbih di malam dan siang hari tanpa rasa bosan.